Apakah Google membuat kita bodoh?

Apakah Google membuat kita bodoh?

Is google making us stupid? (apakah Google membuat kita bodoh?) pertanyaan yang dilontarkan Nicholas Carr dalam artikel Atlantic Monthly sebagai rasa kekawatirannya terhadap “Internet” dapat mengubah cara berpikir kita. Sejak tahun 2000 internet telah berkembang pesat dari awalnya hanya menghubungkan komunikasi manusia dari belahan benua yang berbeda hingga kini internet dapat melakukan segala hal termasuk komunikasi antar perangkat keras bahkan bisa jadi robot dapat saling berkomunikasi sendiri tanpa campur tangan manusia.

Google menjadi dewa para pencari informasi – anekdot yang tersebar dikalangan anak milenia- jika ingin tahu sesuatu tanyakan saja pada “Mbah Google”. Secanggihnya Google sudah tidak dapat dipungkiri, seperti iklannya mau cari tahu apa saja di Google sudah disediakan. Dalam artikelnya tersebut Carr mengemukakan bahwa perpaduan Google dan internet membuat kita menjadi orang yang malas untuk berpikir, karena semua jawaban sudah disediakan oleh Google. Hal ini menjadi kontra produktif dengan arti makna teknologi itu sendiri yang diciptakan untuk alat progresif untuk membuat kita lebih pintar.

Sudah menjadi sifat manusia ingin menyederhanakan semua hal. Dan dengan internet telah menemukan cara untuk menerima dan memproses informasi secara instan tanpa usaha apa pun dari diri kita. Sepertinya kita telah kehilangan kemampuan kita untuk berpikir. Itulah cara Google membuat kita malas, dengan mengandalkan Google untuk segalanya, terutama saat terkait dengan informasi. Dan karena ini juga kita menjadi ketergantungan dengan intenet.

Ini bisa menjadi hal yang sangat positif, jika Anda dapat melihat dari sudut pandang dan menunjukkan aspek-aspek penting dari itu, bukankah itu membuat Anda lebih efisien. Sementara Anda dapat menggunakan waktu yang lain untuk melakukan sesuatu yang lebih produktif.