Revolusi Industri 4.0 sejalan dengan adaptasi Covid19

Revolusi Industri 4.0 sejalan dengan adaptasi Covid19

Dimulai sekitar awal tahun 2020 merebaknya virus Covid19 semakin tidak terkendali dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Hingga puncaknya virus ini di kategorikan sebagai pandemi oleh badan kesehatan WHO. Indonesia tidak luput dari serangan virus ini , dimuali dari 2 kasus yang terinfeksi di Jakarta akhirnya menyebar ke seluruh penjuru provinsi. Virus sindrom pernafasan itu tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi sektor ekonomi juga terimbas  baik di pusat sampai ke daerah. Dimana perlakukan pembatasan sosial atau physical distancing menjadi upaya yang masih efektif sesuai anjuran WHO untuk menekan penyebaran Covid19.  Bahkan beberapa negara ada yang mengambil keputusan lockdown. Seperti tetangga Indonesia , Malaisya ketika infeksi virus ini mulai masuk ke negaranya sikap lockdown sudah diambil dan penerapan PSBB dilakukan. Sedangkan Thailand dengan tegas menutup akses jalur penerbangan yang masuk maupun keluar negaranya ketika infeksi virus masih di angka ratusan.

Dibalik angka – angka tersebut ada hal yang menarik, dimana corona virus telah memaksa semua pihak untuk berubah, terutama kebiasaan dan perilaku keseharian.  Hal ini sejalan dengan protocol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan WHO. Tanpa sadar hal ini sejalan dengan era revolusi industry 4.0, mungkin di Indonesia masih banyak yang belum paham apa itu era revolusi industry 4.0 meski sudah sering dibicarakan. Dilansir dari Wikipedia.com Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik, dimana mengkombinasikan kecerdasan manusia dengan internet (Internet of Think). Hal inilah yang kita rasakan sekarang, dimana internet adalah segalanya, mulai dari untuk keperluan bekerja, sekolah, kesehatan, sampai memenuhi kebutuhan sehari – hari. Mungkin sebelumnya hal ini sudah terjadi dilingkungkan kita namun belum diterapkan secara maksimal oleh semua kalangan masyarakat.  Dan saat terjadi pandemic seperti ini, tentu internet sudah menjadi kebutuhan dasar atau bahkan menjadi kebutuhan primer bagi semua orang.

Berikut gambaran penerapan industry 4.0 dalam kehidupan dikala pandemic covid19 melanda Indonesia :

  • Sekolah – sekolah sampai Universitas menganti system pembelajaran dari bersemuka menjadi system daring. Walaupun sudah ada universitas yang menerapkan system daring sebelumnya seperti Universitas Terbuka. Namun terobosan ini dinilai cukup membuat para murid, mahasiswa, guru, sampai dosen cukup kesulitan. Bukan tidak mungkin system pendidikan di Indonesia akan menerapkan system pembelajaran daring dimasa yang akan datang.
  • Work from home, istilah ini muncul disaat pandemic covid19 melanda Indonesia. Bekerja dari rumah mungkin kurang optimal, namun dimasa yang akan datang system kerja dari rumah ini dapat diterapkan dimasa yang akan datang seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang.

Saat ini hanya melalui sebuah handphone segala sesuatunya dapat dikerjakan dengan cepat, seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Disaat pandemic seperti ini, memang dianjurkan untuk tetap dirumah dan hal ini yang memaksa para pengusaha dan masyarakat untuk tetap berinovasi, menjamurkan bisnis online merupakan terobosan baru dikala pandemic melanda dunia khususnya Indonesia. Jika sebelumnya bisnis online lebih kearah kebutuhan sekunder ,saat ini mulai dari primer sampai tersier semua dapat dilayani.

Untuk mengurangi beban tenaga medis dalam menangani korban covid19, Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh November mengembangkan robot tenaga medis. Dinegara lain, seperti Jepang robot sudah menjadi teman sehari – hari untuk membantu manusia. Sedangkan di Indonesia masing sangat jarang ditemukan, dengan adanya pandemic covid19 maka masyarakat akan lebih mengenal dan memahami bahwa robot saat ini bukan lagi sebagai mainan anak – anak namun sebagai pembantu pekerjaan manusia.

Tanpa disadari kebiasaan – kebiasaan dan hal – hal baru tersebut sejalan dengan perubahan era revolusi industry 4.0, dan kedepannya akan banyak hal – hal baru yang mengiringi kehidupan manusia. Indonesia sendiri masih dalam masa transisi dan hal ini masih memerlukan kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran corona virus yang semakin meluas.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*